Santri API Ubah Limbah Tinja Menjadi Biogas Ramah Lingkungan

Rindang pepohonan menyambut kedatangan kami ketika memasuki komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang. Setelah turun dari mobil, beberapa santri dengan menggunakan sarung dan kopiah hitam berlalu lalang di sekitar Ponpes. Suasana pedesaan yang jauh dari kebisingan, membuat Ponpes API terasa sangat menyejukkan.

Lpmmissi.com/ Ikhsan
Rindang pepohonan menyambut kedatangan kami ketika memasuki komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang. Setelah turun dari mobil, beberapa santri dengan menggunakan sarung dan kopiah hitam berlalu lalang di sekitar Ponpes. Suasana pedesaan yang jauh dari kebisingan, membuat Ponpes API terasa sangat menyejukkan.

Ponpes API sendiri merupakan pesantren yang kaya akan sejarah dan peradaban. Berdiri sejak 1 Oktober 1944 silam, Ponpes API saat ini sudah memiliki 13.000 santri yang dibagi dalam lima komplek. Bahkan, presiden ke empat RI, Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, juga pernah menimba ilmu di sana. KH. Yusuf Chudlori menjadi pelopor berdirinya Ponpes yang sudah berumur 75 tahun itu.

Baca juga: Rahasia Obin Robin Sukses jadi Public Speaker

Dari belasan ribu santri yang ada, Ponpes API sempat memiliki permasalahan terkait pengolahan limbah tinja. Mereka masih menggunakan cara lama, yakni membuang limbah tinja pada kubangan berisi ikan lele. Cara seperti itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar Ponpes. Sebab, dampak limbah tinja dari kolam lele menimbulkan bau yang tidak sedap.

Bahkan, pada 2017 silam, limbah tinja di kubangan tersebut melebihi muatan dan membludak. Hal ini menyebabkan masyarakat sekitar Ponpes merasa keberatan karena berdampak juga pada resapan air sumur di sekitarnya.

“Untuk mengatasi hal itu, kami dari pengurus membuat program biogas agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap lagi. Biogas ini juga bisa dijadikan pengganti gas LPG dan pupuk organik untuk pengembangan lahan pertanian,” ujar pengurus ponpes API, Muhammad Solikhun saat ditemui kru lpmmissi.com belum lama ini.

Baca juga: Mahasiswa KKN ke 73 Keluhkan Minimnya Sosialisasi Bersih-bersih Kampus

Keuntungan dari investasi pengolahan biogas dari limbah tinja mampu meminimalisir pengeluaran Ponpes. Solikhun mengatakan, dalam sehari Ponpes bisa menghabiskan 15 tabung gas LPG untuk memasak. Dengan adanya pengolahan limbah tinja ini, Ponpes bisa memanfaatkan gas hasil olahan sendiri.
Pengolahan limbah tinja ini membutuhkan biaya 50 juta rupiah untuk modal, dan itu bisa digunakan selama 15 tahun.

“Jadi kini Ponpes tidak membeli gas dari luar, tapi menggunakan gas olahan sendiri. Jika di kalkulasi, Ponpes akan menghemat anggaran sebanyak 300 ribu rupiah dalam sehari, dan 9 juta rupiah dalam sebulan,” katanya.

Selepas salat zuhur, lelaki paruh baya bernama Suyono menghampiri kami dengan helm proyek yang belum dilepas. Ia termasuk salah satu Mitra Pembangunan dari Rumah Energi. Ia mengajak kami melihat dan meninjau pembangunan biogas di pesantren. Pria kelahiran Yogyakarta itu menjelaskan secara rinci dapur yang digunakan untuk mengolah tinja menjadi biogas.

Baca juga: LP2M Bantah Minimnya Sosialisasi Bersih-bersih Kampus

Inovasi pengolahan limbah tinja menjadi biogas ini tidak mudah, menurut Suyono masyarakat masih beranggapan bahwa biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah tinja tersebut, masih menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Itu persepsi yang perlu diluruskan, karena tempat biogas ini sudah di desain agar tidak bau lagi. Bau gas yang dihasilkan sebenarnya sama seperti gas pada umumnya” lanjutnya.

Pengolahan limbah tinja menjadi biogas menjadi solusi yang ramah lingkungan. Menurut Suyono, hal ini bisa diterapkan di lingkungan Ponpes, sekolah, terminal dan lain sebagainya.

  
Reporter : Fitroh Nurikhsan
Editor: Isbalna

COMMENTS

Nama

Artikel,77,Berita,561,buku,1,Cerpen,7,esai,2,Fakultas,73,features,9,Galeri,14,Histori,1,HMJ,5,Indepth,8,Kata Mereka,6,kolom,6,Opini,32,puisi,16,resensi,17,Sastra,27,Semarangan,50,Straight,142,Surat Pembaca,1,Tafakur,18,Tips,27,Tokoh,6,Universitas,136,Video,3,Wacana,63,
ltr
item
LPM MISSI: Santri API Ubah Limbah Tinja Menjadi Biogas Ramah Lingkungan
Santri API Ubah Limbah Tinja Menjadi Biogas Ramah Lingkungan
Rindang pepohonan menyambut kedatangan kami ketika memasuki komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang. Setelah turun dari mobil, beberapa santri dengan menggunakan sarung dan kopiah hitam berlalu lalang di sekitar Ponpes. Suasana pedesaan yang jauh dari kebisingan, membuat Ponpes API terasa sangat menyejukkan.
https://1.bp.blogspot.com/-wbk3-7M0TBY/XfGuq3AI2DI/AAAAAAAAEUA/7bJa84nNrUIbwbzdlhxg3JZI3uOaClUgwCLcBGAsYHQ/s640/Berita%2BTinja.png
https://1.bp.blogspot.com/-wbk3-7M0TBY/XfGuq3AI2DI/AAAAAAAAEUA/7bJa84nNrUIbwbzdlhxg3JZI3uOaClUgwCLcBGAsYHQ/s72-c/Berita%2BTinja.png
LPM MISSI
https://www.lpmmissi.com/2019/12/santri-api-ubah-limbah-tinja-menjadi.html
https://www.lpmmissi.com/
https://www.lpmmissi.com/
https://www.lpmmissi.com/2019/12/santri-api-ubah-limbah-tinja-menjadi.html
true
6110729941806746376
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy